Refleksi, Tidak ada yang abadi

Seiring waktu setiap orang mengalami proses yang membawanya kearah perubahan. Maka tugas kitalah untuk mengiringi perubahan sebagai proses kehidupan. Ya memang semua tidak ada yang abadi kecuali yang memberikan kehidupan ini. Waktu yang berjalan bagi sebagian orang begitu cepat dan bagi sebagian yang lain berjalan sangat lambat. Pada akhirnya perjalanan itu menjadi sangat relatif bagi perasaan masing-masing orang. Bagi umat muslim waktu adalah sangat berharga, seperti yang terdapat dalam surat Qur’an :Al’Asr, Al’Fajr, Ad’dhuha dan lainnya. Dan dalam ayat-ayat tersebut diberitakan hanya orang-orang yang memanfaatkan waktunya untuk beribadah,berbuat baik,beramal soleh dan saling mengingatkan kebenaran akan mendapatkan kebahagian.
Hakekatnya kita didunia adalah sebagai khalifah yang pada saatnya nanti akan diminta pertanggungjawabannya atas apa yang telah kita lakukan selama hidup. Ada baiknya kita merenungi dan mengoreksi semua perbuatan kita.

Mulailah dari diri sendiri
kenalilah diri kita, apakah kita termasuk orang yang tidak memahami penciptaan Allah atas diri kita? Apakah kita selalu mengeluhkan penampilan fisik yang kurang menarik? Bahkan kita rela merogoh kocek yang mahal untuk mengubah fisik kita dengan tujuan tertentu. Jika iya,berarti kita bukanlah orang yang bersyukur. Bagaimana mungkin orang lain akan menghargai kita kalau kita tidak menghargai diri sendiri. Sedangkan Allah menciptakan kita sebagai mahluk yang sempurna. Kecantikan akan terpancar dari jiwa yang bersih dan kualitas diri kita dilingkungan.

Lihatlah Umur kita
Kelahiran, mati dan jodoh adalah kuasa Allah SWT. Usia kita adalah amanah yang akan diminta tanggung jawab. Maka mengisi dan menjalani hidup penuh rahmat adalah keutamaan. Jangan sampai ada penyesalan setelah semuanya berlalu,isilah waktu dengan hal-hal baik yang bermanfaat.

Ikhlas dan sabar
Kualitas seorang manusia ditentukan oleh derajat keimanannya. Ketika diberi ujian dapat bersifat ridho,ikhlas dan sabar. Serahkan semua masalah pada sang penguasa hidup, tugas kita adalah bersabar dan berikhtiar. Bisa jadi apa yang ditimpakan pada kita padahal kita membencinya adalah sesuatu yang baik. Karena Allah Maha mengetahui sedangkan kita manusia tidak mengetahuinya.

Menyadari sedikitnya waktu dari sepanjang usia hidup yang kita gunakan untuk sang Pencipta, hendaknya diikuti pula peningkatan kualitas. Hidup bukan sekedar melewati waktu tanpa tujuan. Hidup adalah menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, mengisinya dengan sebanyak mungkin melaksanakan amalan kebaikan . Mulailah dari hal-hal kecil yang terus ditingkatkan, sapalah tetangga kita, menebar senyum saling mengingatkan hal-hal baik. Dan jangan lupa sandarkanlah harapan dan hidupkita hanya pada Allah SWT.Semoga kita menjadi khusnul khotimah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s