Kisah Kerang Rebus dan Kerang Mutiara

      Pernah dengar cerita tentang kerang rebus dan kerang mutiara? Cerita ini dikisahkan oleh seorang inspirator sukses mulia, jamil azzaini  dia seorang top trainer dari kubik leadership, seorang story teller sukses yang terkenal dari bukunya yang berjudul Menuju Hidup Sukses dan Mulia. Dikisahkan di awal ia masuk sekolah dasar, dia di ejek oleh kawan-kawannya karena di buku tulisnya terdapat tulisan, nama saya jamil azzaini, cita-cita saya ingin menjadi insinyur pertanian, melihat kata-kata itu dibuku tulis jamil seluruh sahabatnya mengejek dan mengolok-olok dia, tetapi jamil tetap mempertahankan apa yang diyakininya, tidak jarang ia sampai adu mulut dengan teman-temannya karena jamil ngotot mempertahankan keyakinannya, bahkan gurunya pun sampai turun tangan dan sempat menasihati dia yang kurang lebih seperti ini, “kamu tho sadar, punya cita-cita itu jangan tinggi-tinggi, lihat siapa bapakmu, hanya seorang petani, takut kamu jadi gila nanti” Hati anak kecil mana yang tidak terpukul mendapat omongan seperti itu? Sampai pada akhirnya kepala dia bocor karena di lempar batu oleh teman-temannya gara-gara jamil mempertahankan keyakinan tersebut.

          Ayah jamil adalah sosok ayah yang sangat berhati besar dan bertanggung jawab, menurut saya dia adalah contoh ayah yang patut ditiru ayah-ayah lain di dunia. Ketika jamil menangis seraya berkeluh kesah tentang masalah di sekolahnya dia tersenyum dan menasehatinya dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. “Mereka mengejekmu karena membaca cita-citamu itu, nak?” Tanya sang ayah pada jamil. Jamil hanya mengangguk lemas dan matanya tetap berlinangan air mata. “sudahlah, mari sini, duduk di pangkuan ayah, ayah akan ceritakan sebuah kisah menarik” jamilpun duduk di atas pangkuan ayahnya, “nak, apa kamu pernah dengar cerita tentang kerang rebus dan kerang mutiara?” jamil hanya terdiam, dia menggelengkan kepalanya sambil sesekali menangis terisak, lalu ayah kembali melanjutkan ceritanya “ketika kerang-kerang muda di laut memasuki umur yang sama sepertimu, mereka bermain bersama, tertawa & bergembira. Lalu tiba-tiba ada satu kerang muda yang kemasukan pasir, si kerang muda itu pun segera pulang, dia menangis sambil mengadu pada orang tuanya. Aduh, sakit bu, perih, ada pasir yang masuk ke dalam tubuhku. Orang tua kerang yang sebenarnya sedih tetapi bangga juga karena melihat anaknya menderita, hanya sedikit bicara, sabar ya nak, ini hanya ujian kecil agar kelak kamu menjadi anak yang lebih baik. Kerang muda pun bingung dan ia tak berhenti menangis.

     Setelah lama waktu berlalu, kerang muda yang dahulu kemasukan pasir dan sempat keasakitan kini dipajang dalam satu tempat exclusive disalah satu toko perhiasan dengan harga yang sangat mahal, tahu kenapa? Karena air mata yang dulu ia cucurkan telah menutupi pasir yang memasuki tubuhnya dan akhirnya menjadi inti mutiara, dan jadilah ia sekarang sebuah kerang mutiara. Sedangkan teman-temannya yang dulu selalu bermain, bergembira dan tidak pernah merasakan sakitnya kemasukan pasir kini harus rela berjejal-jejalan dengan kerang lainya di kotak kaca yang bertuliskan kerang rebus . Nah, sekarang kita lihat kamu, apa yang telah kamu alami hampir sama dengan apa yang di alami kerang mutiara, kalau kamu bisa melewati ujian ini ayah yakin suatu hari nanti kamu akan menggapai cita-citamu. Anakku, hidup itu pilihan, kelak kamu akan menjadi apa ditentukan dari sekarang, dan itu mutlak pilihan kamu sendiri. Sekarang ayah ingin bertanya, ketika kamu nanti menjadi dewasa, kamu pilih jadi kerang rebus atau kerang mutiara?” Senyum mengembang di bibir jamil, ia merasa mendapatkan kekuatan baru, lalu dengan mantap ia mejawab, “Jamil mau jadi kerang mutiara saja, yah!” Ayah pun tersenyum bangga pada jamil, lalu ia berkata, “Apa yang baru ayah ceritakan tak lebih agar kamu lebih tegar menghadapi hidup ini, keluarga kita sudah miskin harta tapi jangan sampai kita miskin cita-cita”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s