Twitter oh Twittwar…

     Siapa yang gak punya twitter? kalau belum punya bisa segera buat akun twitter yah.. Hah jadi provokator nih.. ya kalau saya ada bebrapa alasan juga punya akun twitter. Salah satu nya ya cari ilmu, memang bukan kampus atau lembaga tapi media social yang satu ini menjadi pilihan kita untuk belajar tergantung juga kita follow nya dengan siapa ya. Pernah juga lihat salah satu kyai waktu di wawancarai disalah satu tv swasta pernah bilang begini “salah satu cara kita mencari ilmu itu dengan twitter ya jadi follower para ahli disuatu bidang” .
Biasanya nih yang sudah sudah saya banyak follow motivator, kyai juga artis idola lah atau siapa aja yang gak pelit share ilmunya atau sedikit info yang berguna . Kita bisa saling mengomentari dan bersifat bebas.

Di Indonesia sendiri pengguna twitter menempati posisi 3 didunia dengan hampir kurang lebih 30 juta penduduk indonesia menggunakan jejaring social ini. Hebat ya, ini bisa jadi market loh..Halah, sok teu..heuheu..
Twitter sendiri bisa menimbulkan sisi positif atau negatif. Sisi positifnya ya seperti yang saya bilang diatas. Bisa sebagai tempat belajar, berkomunikasi, mengenal banyak orang. Sedang sisi negatifnya, bisa menimbulkan fitnah atau twittwar yaitu saling menyerang. Biasanya twittwar terjadi juga ada dua
kategori.

1. Twittwar bisa terjadi jika pengguna twitter tidak mengerti kalau ini merupakan ruang publik, apalagi kalau memiliki follower banyak. Dan kalau dia menulis sesuatu yang sifatnya bully maka ya bisa ada reaksi dari follower yang akan mem bully dia juga.
2. Bisa juga faktor sengaja. Atau twittwar ini sengaja didesain untuk menghancurkan seseorang sehingga bisa  menjaring follower dan bisa menimbulkan trending topic. Dan ini sifatnya bisa dikendalikan.

     Sebenarnya tidak ada etika khusus di twitter hanya saja menurut pakarnya pak Nukman lutvie tadi pagi di MetroTv , etikanya sama dengan ketika kita berinteraksi sosial secara offline. Saling menghargai dan tidak merespon secara  berlebihan.Sudah siap buat twitter? Harus siap juga untuk menahan diri. Karena selalu ada sisi positif dan negatifnya. Yang terpenting adalah jangan menulis yang sifatnya memfitnah atau berbohong. Tetap beretika seperti didunia sebenarnya dan cari ilmu di bidangnya masing- masing. Mudah-mudahan ini jadi manfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s